"Sudah dua bulan air berwarna kuning. Airnya juga tinggal sedikit dan harus disaring berkali-kali sebelum digunakan," ucapnya, Selasa (8/9/2026).
Rasini menambahkan, untuk kebutuhan konsumsi, ia sepenuhnya bergantung pada air beli.
"Kalau kondisinya terus seperti ini, air sumur bisa habis. Kami berharap ada bantuan air bersih," harapnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua RT setempat, Karno, mengonfirmasi bahwa krisis air di wilayahnya telah memasuki bulan keempat. Ia menyaksikan langsung beban berat yang harus dipikul warganya untuk mendapatkan air.
"Kekeringan sudah berlangsung hampir empat bulan," ungkap Rasini.