"Menteri Pertahanan dan saya sedang mempertimbangkan operasi militer IDF (tentara Israel) yang sangat luas di Yudea dan Samaria-skala yang belum pernah dilakukan sejak Perang Enam Hari," tambah Netanyahu, merujuk pada perang Arab-Israel tahun 1967.

"IDF siap melaksanakannya dan kami akan menentukan waktunya, tetapi operasi ini pasti akan dilakukan," tambahnya.

Netanyahu mengatakan militer akan menerapkan model yang sebelumnya digunakan di kamp-kamp pengungsi di wilayah utara Tepi Barat. Menurut kantor hak asasi manusia PBB, operasi militer skala besar yang dijuluki 'Tembok Besi' (Iron Wall) yang diluncurkan pada Januari 2025 telah memaksa puluhan ribu orang untuk pindah dari sejumlah kamp pengungsi.

Hingga Juli tahun ini, menurut PBB, sebanyak 33.362 pengungsi Palestina yang terusir dari ketiga kamp tersebut belum diizinkan untuk kembali.