Trump juga menekankan bahwa AS tidak terburu-buru untuk melancarkan tindakan ofensif karena militer Iran dan program nuklirnya telah dihancurkan.

Percakapan telepon antara Trump dan Netanyahu itu menyusul pernyataan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, yang mengakui telah menerima surat dari Wakil Presiden AS JD Vance, yang berupaya menghidupkan kembali perundingan damai yang sempat terhenti.

Pertanda lainnya menunjukkan para mediator terus berupaya melanjutkan negosiasi damai, dengan delegasi Qatar mengunjungi Teheran pada Jumat (30/10) untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran.

Trump menghadapi tekanan politik yang sangat besar terkait perang melawan Iran, di mana para pemilih dalam pemilu sela AS merasa geram akibat kenaikan bahan bakar dan meningkatnya biaya hidup. Kemarahan para pemilih AS ini berpotensi untuk dilampiaskan saat memberikan suara ketika pemilu sela digelar.