Jika dihitung berdasarkan kubu politik utama di Israel, koalisi Netanyahu meraih total 53 kursi dari 120 kursi yang diperebutkan. Sementara itu, koalisi oposisi memperoleh total 48 kursi.

Kedua kubu tersebut masih jauh dari ambang batas mayoritas 61 kursi untuk menguasai parlemen dan membentuk pemerintahan baru. Negosiasi koalisi pun menjadi kunci dalam pembentukan pemerintahan baru Israel. Namun, proses tersebut diperkirakan akan berlangsung alot dan memakan waktu lama.

Netanyahu mengatakan dirinya terbuka untuk melakukan pembicaraan mengenai pembentukan pemerintahan yang luas, menyusul tidak adanya mayoritas parlemen setelah pemilu pada 27 Oktober. Namun, Netanyahu bersikeras agar dirinya tetap menjabat sebagai PM Israel.

Netanyahu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (3/11/2026), mengatakan Partai Likud "berkeinginan untuk membentuk pemerintahan yang luas bersama mitra-mitra kami dan pihak mana pun yang bersedia melakukannya dan tidak mendukung terorisme".