NADIKABAR.COM — Netizen terutama warga Indonesia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap Susanti setelah karakter animasi Upin dan Ipin itu mengunggah kebakaran hutan di Kalimantan yang masih terjadi hingga kini.
Dalam unggahan tersebut, Susanti digambarkan tengah menunduk sedih seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada untuk berdoa. Latar belakang poster itu memamerkan visual kobaran api besar melahap habis hutan.
Di balik pekatnya asap dan kobaran api itu, tampak siluet petugas pemadam kebakaran yang memegang selang air, sementara petugas lainnya terlihat berupaya menyelamatkan seekor orang utan beserta anaknya.
"Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan," tulis pernyataan resmi yang menyertai unggahan tersebut.
"Semoga api segera padam, masyarakat dan satwa liar yang terdampak diberikan keselamatan, serta para petugas yang berjuang di lapangan senantiasa dilindungi," lanjut keterangan itu.
Melihat unggahan itu, warga Indonesia ramai-ramai menuliskan komentar di postingan Susanti. Banyak dari mereka yang khawatir dengan Susanti sebagai salah satu warga Indonesia yang berada di Malaysia.
Dalam sejumlah komentar, warganet mengaku khawatir Susanti dirundung warga Malaysia karena kabut asap Indonesia masih menyelimuti Negeri Jiran tersebut.
"Susanti are u okay?" komentar warganet dengan emotikon menangis.
"Susanti, kamu enggak di-bully kan," kata yang lain.
"Susanti pasti di-bully se-Malaysia sampai bikin story kayak gini," tuturnya.
Selain itu, banyak pula yang mengaminkan harapan dalam unggahan Susanti sekaligus meminta doa agar kebakaran hutan di Indonesia segera berakhir.
"Aamiin aamiin aamiin aamiin ya rabbal alamin iya Allah SWT. Pray for Indonesia. All eyes on Kalimatan. Pray for Indonesia. Doakan negara ini indonesia semoga segera pulih kembali seperti semula," kata netizen.
"Semoga Indonesia cepat pulih kembali, hutan-hutan kembali indah. Amiin mari kita jaga hutan kita," ucap yang lain.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (21/10) melaporkan masih ada 570,08 hektare lahan yang masih terbakar di enam provinsi prioritas.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas lahan yang belum padam paling besar, yakni 389,39 ha dari total target penanganan 452,49 ha. Sementara itu, di Sumatera Selatan, masih terdapat 108,50 ha lahan yang belum padam dari total 401,67 ha.
Di Jambi, lahan yang masih dalam proses pemadaman dan pendinginan mencapai 64,50 ha dari total 96,50 ha. Adapun di Kalimantan Selatan, masih tersisa 7,50 ha dari target penanganan 58,45 ha.
Sementara itu, di Kalimantan Barat, luas lahan yang belum padam tersisa 0,19 ha dari total 11,92 ha. Adapun seluruh lahan terdampak karhutla seluas 3,30 ha di Riau dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Selain di enam provinsi prioritas tersebut, BNPB mencatat karhutla di sejumlah wilayah lain dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 572,90 ha. Dari jumlah itu, sekitar 107,77 ha telah berhasil dipadamkan, sedangkan 465,13 ha lainnya masih dalam penanganan intensif.
Dalam penanganan karhutla ini, pemerintah telah menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) berbasis dry ice untuk mengurai penumpukan kabut asap dan meningkatkan jarak pandang.