Adapun, cakupan komoditas DSI saat ini meliputi batu bara, minyak sawit, dan ferro alloy.

Herry menyebut bahwa nilai perdagangan ketiga komoditas tersebut besar, sehingga butuh sistem yang mampu mengidentifikasi penyimpangan transaksi ekspor.

Menurutnya, DSI harus menjadi instrumen penguatan tata kelola ekspor, bukan sekadar entitas bisnis baru, yang mana orientasi bisnis yang terlalu dominan berisiko menggeser tujuan awalnya.