Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, tersebut diikuti 700 peserta secara langsung, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri.

Pada saat yang sama, sekitar 41.449 peserta mengikuti secara virtual, termasuk jajaran kepolisian dari berbagai daerah.

Kehadiran santri dan personel Polri dalam satu ruang serta keterhubungan puluhan ribu peserta dari berbagai penjuru negeri, memberikan makna tersendiri.

Mereka dipertemukan dalam pesan yang sama: menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan memperkuat kebersamaan ulama dan umara dalam menjaga Indonesia.

Kapolri pada kesempatan itu menggambarkan ulama sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat serta doa bagi bangsa dan negara.