"Mundiavocat ini juga jadi salah satu fokus kita. Kami dari Inkracht Sakti FC memang basicnya adalah para lawyer lulusan Trisakti. Namun, mungkin kami juga membuka peluang untuk mengajak pemain dari Peradi FC," ucap Arie.
Arie yang menjabat sebagai kapten tim Inkracht Sakti FC, menambahkan, untuk menghadapi Mundiavocat tahun depan, skuad sudah harus terbentuk pada bulan November 2026 sehingga tim bisa lebih berkonsentrasi melakukan persiapan.
Inkracht Sakti FC sendiri telah menunjuk seorang pelatih profesional yang dikenal di kalangan olahraga futsal, yakni Mario Silitonga.
Mario memang sudah berkali-kali membawa tim advokat Indonesia berkompetisi di kejuaraan dunia sepak bola antar advokat. Tangan dingin dan pengalaman Mario diharapkan bisa membawa Inkracht Sakti FC mencapai prestasi membanggakan.
"Untuk Mundiavocat, biasanya negara unggulan dari Asia itu adalah Thailand, Iran, dan Jepang. Dulu saya pernah membawa tim sepak bola advokat Indonesia sampai ke peringkat ketiga," kata Mario.
Agenda terdekat, Inkracht Sakti FC akan menggelar pertandingan pemanasan menghadapi para mantan pemain profesional Malaysia, Sabah FC, di Jakarta, 20 September.