Afrika Selatan dibanjiri senjata api legal maupun ilegal. Insiden penembakan merupakan hal yang sering terjadi karena dipicu persaingan antar-geng serta persaingan bisnis informal.
Negara dengan populasi sekitar 62 juta jiwa ini memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, dengan sekitar 60 orang tewas setiap harinya. Pada Maret lalu, aparat militer dikerahkan ke wilayah-wilayah rawan kekerasan di Johannesburg untuk mendukung upaya polisi dalam mengatasi kejahatan yang merajalela-situasi yang digambarkan oleh Presiden Cyril Ramaphosa sebagai salah satu ancaman terbesar yang dihadapi negara tersebut.