Namun tak lama kemudian, setelah melaporkan adanya presipitasi dan meminta izin untuk menaikkan ketinggian, pilot melaporkan kondisi darurat.

"Kami mengalami penurunan 8.000 (kaki) -- mayday, mayday -- kami mengalami penurunan 10.000 kaki per menit," kata pilot jet pribadi tersebut, yang identitasnya belum diungkap ke publik.

"Kami berada dalam kondisi overspeed dengan laju penurunan ketinggian 20.000 kaki per menit ... Kami akan jatuh ke daratan," ucap pilot tersebut, sesaat sebelum komunikasi terputus.

Data dari situs web ADS-B Exchange menunjukkan bahwa jet pribadi itu mengalami penurunan ketinggian 27.000 kaki (8.229 meter) dalam waktu satu menit, tepat sebelum data pelacakan penerbangan terputus.

Laporan lainnya, seperti dikutip The Palm Beach County, menyebutkan bahwa pilot jet pribadi itu mengatakan: "Kami mengalami penurunan ketinggian 22.000 kaki dan pesawat mirip 60 derajat. Kami kehabisan waktu."

Sedangkan menurut laporan New York Post, jet pribadi itu awalnya mengalami penurunan ketinggian 10.000 kaki (3.048 meter) per menit, sebelum meningkat menjadi 20.000 kaki (6.096 meter) per menit. Data penerbangan menunjukkan jet pribadi itu pada akhirnya mengalami penurunan ketinggian 32.000 kaki (9.753 meter) per menit.

Saat kecelakaan terjadi, menurut laporan NadiKabar, terdapat badai yang tersebar di wilayah tersebut dan jet pribadi itu sempat melewati sel badai yang lebih kuat beberapa menit sebelum mengalami penurunan ketinggian. Belum bisa dipastikan apakah badai itu berkontribusi pada kecelakaan ini.