Situasi kian mencekam saat pelaku menyerang sambil meracau. Tanpa ada perselisihan sebelumnya, pelaku tiba-tiba menuduh korban telah melakukan praktik santet terhadap keluarganya.

"Korban sama sekali nggak ada masalah sama pelaku. Pelakunya memang ada gangguan jiwa, kadang suka ngomong sendiri kalau lagi ngasong. Pas kejadian dia tiba-tiba bilang 'ini orang yang nyantet bapak saya'," beber Alpiansyah.

Tikaman senjata tajam menghujam tubuh korban hingga tiga kali. Serangan paling fatal bersarang tepat di dada korban yang terbuka karena ritsleting jaketnya tidak terkunci rapat.

Luka serius tersebut membuat korban terkapar tak berdaya di atas perlak tipis yang menjadi alas tidurnya di pelataran dermaga.