"Ada bagian bisa dengan mudah melaju di atas 40 km/jam, ada pula yang 'rock garden' menggetarkan badan, juga ada bagian-bagian berpasir yang menantang konsentrasi," kata Azrul.
Salah seorang peserta asal Yogyakarta, Tika mengaku senang bisa menjajal trek Glenmore, meski baru pertama kali mencoba rute gravel, ia tetap optimistis mengikuti perlombaan dengan bekal pengalaman dan persiapan dari berbagai kejuaraan balap sepeda di daerah lain.
"Niat saya ikut tidak hanya menyelesaikan perlombaan, tapi juga berolahraga sambil berwisata," katanya.
Agenda Nggravel Glenmore menyediakan tiga kategori, yakni kompetitif gravel 100 Km race, kompetitif MTB 100 km race, serta 80 km nonrace, dengan garis start dan finish di Industri Gula Glenmore (IGG).