Meski dari sisi persembahan medali turun dari perak ke perunggu, Widi merasa sangat senang. Ia tak bisa bertanding dengan kondisi terbaik karena sempat mengalami cedera robek otot bahu dalam kejuaraan di Mesir akhir tahun lalu.
"Ini medali perunggu pertama yang saya dapatkan sepanjang keikutsertaan saya di Asian Para Games. Biasanya saya selalu memperebutkan emas dan perak," ujar Widi selepas pertandingan.
Karenanya, atlet asal Bali itu mengaku kondisi fisiknya belum prima. Cedera bahu membuat performa atlet 33 tahun itu tak bisa seperti sedia kala.
"Kondisi saya belum pulih 100 persen karena cedera bahu. Namun, saya berusaha semaksimal mungkin menaikkan beban angkatan di setiap sesi karena ingin memperbaiki world ranking demi mengamankan tiket ke Paralimpiade Los Angeles" ujarnya.