NADIKABAR.COM — Tayamum merupakan bentuk keringanan (rukhshah) dalam syariat Islam bagi seorang muslim yang hendak bersuci dari hadats kecil maupun hadats besar ketika tidak menemukan air atau dalam kondisi darurat tertentu.
Tayamum dilakukan dengan mengusap wajah dan kedua tangan menggunakan debu yang suci sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib.
Memahami tentang tayamum sangat penting agar ibadah yang kita kerjakan tetap sah secara syariat. Lantas, bagaimana bacaan niat tayamum? Apa saja syarat dan tata caranya serta hal yang membatalkan tayamum?
Merujuk kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dan Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, tayamum disyariatkan secara tegas dalam Al-Qur'an dan Hadits Shahih. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa' ayat 43:
وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا