NADIKABAR.COM — Pemain tim nasional esports Indonesia nomor Mobile Legends: Bang Bang Syauki "Nino" Fauzan Sumarno menilai timnya kalah dari diri sendiri saat menghadapi Myanmar pada pertandingan final Asian Games 2026 di Aichi Sky Hall, Nagoya, Jepang, Kamis.

Indonesia harus puas meraih medali perak setelah takluk 0-4 dari Myanmar dalam pertandingan yang berlangsung dalam format best of seven atau mencari empat kemenangan lebih dulu.

"Sebenarnya enggak ada tekanan. Kami seperti kalah dari diri sendiri. Itu yang jelek banget," kata Nino seusai pertandingan. Dia mengakui, "yang pasti sedih karena kami tadi pada Grand Final enggak dapat hasil yang maksimal."

Menurut Nino, Myanmar mampu bermain lebih lepas sepanjang pertandingan sehingga dapat mempertahankan kendali permainan ketika Indonesia mulai memberikan perlawanan.

"Mungkin lebih ke arah main aja kali ya. Kami kurang bagus dibanding musuh, musuh kelihatan bermain lepas banget," kata pemain tersebut.

Myanmar langsung mengambil kendali sejak gim pertama dengan mendapatkan poin eliminasi pertama dan mengamankan seluruh Turtle sebelum merebut Lord pertama.

Setelah mengamankan Lord kedua, Myanmar terus menekan hingga menutup gim pertama dan unggul 1-0.

Indonesia sempat memimpin pada awal gim kedua. Namun, Myanmar perlahan membalikkan keadaan dan menyamakan perolehan gold sebelum unggul dalam poin eliminasi 22-14.

Memasuki gim ketiga, Indonesia kembali mengawali pertandingan dengan baik. Namun, Myanmar mampu memanfaatkan Lord untuk melancarkan serangan dan merebut gim tersebut dengan keunggulan 18-6 poin eliminasi.

Myanmar semakin dekat dengan gelar juara setelah unggul 3-0.

Pada gim keempat, kedua tim sempat terlibat pertukaran poin eliminasi sejak awal pertandingan. Namun, Myanmar kemudian mengambil alih permainan dan mengamankan Lord kedua.

Pada menit ke-14, Indonesia semakin tertekan hingga Myanmar menyudahi pertandingan untuk memastikan kemenangan 4-0 sekaligus merebut medali emas.