"Anak perlu tahu kepada siapa ia bisa bercerita ketika menghadapi masalah. Orang tua dan guru perlu memberi ruang untuk mendengar, sambil tetap menjelaskan batasan dan tanggung jawab. Kedekatan seperti ini membantu anak berani meminta bantuan dan belajar memperbaiki kesalahannya," ujar Putu Kholis.

Kepada para pelajar, Putu Kholis berpesan agar berani menolak ajakan berkelahi, merundung, atau melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Ia berharap pengalaman menonton bersama menjadi pembuka percakapan antara anak dan orang tua, sehingga nilai kepedulian dalam film dapat diwujudkan melalui sikap menghargai keluarga, menjaga pertemanan, dan saling membantu.