NADIKABAR.COM — Royal Swedish Academy of Sciences menganugerahkan Nobel Ekonomi 2026 kepada Robert E Hall (Stanford University) dan Michael Woodford (Columbia University) atas "fondasi mikroekonomi dari stabilisasi makroekonomi".

Penghargaan itu menyoroti bagaimana keputusan individu rumah tangga dan perusahaan menjadi dasar bagi stabilitas ekonomi secara agregat.

Di Indonesia, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji secara konsisten menegaskan posisi strategis keluarga dalam pembangunan bangsa.

"Keluarga adalah unit terkecil dalam membangun sebuah negara, maka kita mulai dari yang sederhana," kata Wihaji.

Dua perspektif ini, teori ekonomi Nobel dan kebijakan pembangunan keluarga, bertemu pada satu titik: Ekonomi tidak dimulai dari bank sentral, melainkan dari rumah tangga.