NADIKABAR.COM — National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menggelar doa bersama di Solo, Jawa Tengah, Rabu, menjelang keberangkatan kontingen Merah Putih ke Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dan IFCPF World Cup 2026.

Kegiatan bertajuk “Melampaui Batas dengan Kekuatan Doa” itu sekaligus menjadi momentum pelepasan tim nasional sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia yang akan tampil pada IFCPF World Cup 2026 di Atlanta, Amerika Serikat, 14-24 Oktober.

“Indonesia baru pertama kali mengikuti Piala Dunia. Jadi, kita tidak bisa berbicara targetnya bagaimana. Yang terpenting sekarang kita bisa ke sana, menimba ilmu, pengalaman-pengalaman, dan lihat apa yang bisa dilakukan selanjutnya,” kata Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Tim sepak bola CP Indonesia dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat pada Sabtu (10/10), sedangkan kontingen Indonesia untuk Asian Para Games akan berangkat ke Jepang pada Selasa (13/10).

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto mengatakan persiapan kedua tim telah memasuki tahap akhir.

Menurut dia, kesiapan tim sepak bola CP telah mencapai 100 persen, mulai dari kondisi fisik dan mental hingga perlengkapan pertandingan dan visa.

“Untuk CP Football sudah 100 persen. Mereka sudah siap dari sisi mental, fisik, dan juga seluruh peralatan serta visanya sudah selesai,” ujar Rima.

Sementara untuk Asian Para Games, fase kompetisi sebagai bagian dari persiapan telah selesai sehingga para atlet kini lebih banyak menjalani latihan dengan intensitas ringan dan mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa ke Jepang.

NPC Indonesia akan memberangkatkan 103 atlet dari 12 cabang olahraga ke Asian Para Games Nagoya 2026.

Adapun tim sepak bola CP Indonesia yang berlaga pada IFCPF World Cup diperkuat 14 pemain dan didampingi 15 ofisial.

Senny berharap seluruh atlet dapat menjaga kondisi hingga pertandingan dan mampu menampilkan kemampuan terbaik saat membawa nama Indonesia.