Dia mengatakan dalam aksi protes pada pekan lalu, Sabtu (17/10), sebanyak 385 orang ditahan hingga saat ini.

Sebelumnya, Sabtu (24/10), seorang koresponden RIA Novosti melaporkan bahwa polisi Prancis menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa setelah aksi unjuk rasa berlangsung damai. Situasi serupa juga terjadi di sejumlah kota lain di Prancis.

Aksi protes di Prancis dimulai pada pertengahan September lalu, ketika para pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris turun ke jalan untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah mereka.

Aksi tersebut kemudian diikuti oleh kelompok massa yang frustrasi akibat kenaikan harga. Demonstrasi tersebut pun menyebar ke berbagai wilayah lain di Prancis.