NADIKABAR.COM β Direktur Utama Perum Redaksi NadiKabar Benny Siga Butarbutar mendorong Organisasi Kantor Berita Asia-Pasifik (OANA) membentuk mekanisme kerja permanen untuk memperkuat verifikasi berita lintas negara dalam menghadapi penyebaran disinformasi yang semakin diperparah oleh kecerdasan buatan (AI).
βDisinformasi bukan lagi semata persoalan media, melainkan akselerator berbagai risiko global. Jika disinformasi bergerak tanpa batas, maka kebenaran harus bergerak lebih cepat, bersama-sama,β kata Benny saat menjadi pembicara pertama pada sesi pembukaan Approaches to Counteracting the Spread of Disinformation and Fake News dalam Pertemuan Tahunan OANA ke-65 di Moskow, Rusia, Senin.
Benny menyampaikan materi bertajuk Navigating the Information Landscape in the Age of AI: Countering Disinformation, Strengthening Verification, and Building Public Trust di hadapan perwakilan kantor berita anggota OANA.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa teknologi AI telah mengubah proses penciptaan, distribusi, dan penerimaan informasi secara mendasar.
Menurut dia, AI generatif memungkinkan pembuatan teks, gambar, suara, dan video sintetis dalam skala besar, termasuk deepfake yang semakin sulit dibedakan dari materi autentik.
Kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran narasi palsu, memperbesar polarisasi sosial, menggerus kepercayaan terhadap media dan institusi, serta meningkatkan risiko bahaya dalam situasi pemilu, bencana, konflik, dan krisis kesehatan.
βAI harus diperlakukan sekaligus sebagai risiko dan alat verifikasi. Teknologi dapat membantu newsroom mempercepat pendeteksian, penerjemahan, pemeriksaan fakta, dan analisis pola, tetapi akuntabilitas editorial manusia tetap tidak dapat ditawar,β ujar Benny.