NADIKABAR.COM — Korea Utara (Korut) menegaskan akan mempertahankan senjata nuklir "selamanya". Penegasan ini menepis seruan berulang kali dari Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung untuk mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas nuklir.
Pyongyang telah mengukuhkan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir. Para pemimpin negara terisolasi itu berulang kali menyatakan bahwa persenjataan nuklir Korut bersifat permanen dan tidak dapat diubah.
Penegasan tersebut, seperti dilansir AFP, Jumat (25/9/2026), disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Korut) Choe Son Hui dalam pernyataannya pada Kamis (24/9) waktu setempat.
"Saya menegaskan kembali dan memastikan dengan nada yang sangat tegas soal tekad teguh negara kami untuk mempertahankan senjata nuklir sepanjang masa," tegas Choe dalam pernyataan yang dilaporkan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).
Pernyataan Choe itu menanggapi pidato Lee di Sidang Majelis Umum PBB yang menyatakan ingin menghentikan perkembangan lebih lanjut untuk kemampuan persenjataan Korut dan pada akhirnya mewujudkan Semenanjung Korea yang "bebas dari senjata nuklir".
Choe lagi-lagi menegaskan bahwa status nuklir Korut "tidak dapat diubah dalam keadaan apa pun dan akan tetap tidak berubah selamanya".
"Koeksistensi antara konfrontasi dan dialog mungkin bisa diterapkan bagi pihak man pun, namun hal itu tidak akan pernah menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan bagi DPRK," kata Choe, menggunakan sebutan resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.
Status Korut sebagai negara bersenjata nuklir, sebut Choe, bersifat "abadi", terlepas dari apa pun yang dikatakan oleh kekuatan-kekuatan yang memusuhi mereka.
Di Sidang Majelis Umum PBB, Lee juga menyatakan bahwa Korsel akan "meletakkan dasar" bagi dimulainya kembali dialog yang telah lama terhenti antara Korut dan Amerika Serikat (AS).
Pekan lalu, Lee mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump "jelas menginginkan dialog" dengan Pyongyang. Trump yang telah bertemu pemimpin Korut Kim Jong Un sebanyak tiga kali selama masa jabatan pertamanya, mengatakan bulan lalu bahwa dirinya berencana bertemu pemimpin Korut itu pada akhir tahun ini.