"Hal tersebut tentunya menjadi salah satu tanda bahwa optimisme reksa dana mulai dipertimbangkan sebagai alternatif instrumen investasi, khususnya bagi masyarakat di DIY ini," katanya.
Pihaknya berharap, Sosialisasi Edukasi Reksa Dana ini menjadi momentum untuk semakin memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya mengenai reksa dana syariah serta pentingnya membangun kebiasaan investasi yang terencana sesuai dengan profil risiko masyarakat.
"Tentunya dengan melakukan edukasi dan literasi seperti itu, diharapkan masyarakat semakin terliterasi terkait dengan produk dan layanan jasa keuangan yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhannya," katanya.
Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan dan Pasar Modal OJK M Maulana mengatakan setelah menjangkau lima kota besar di Indonesia pada semester pertama 2026, rangkaian kegiatan Sosialisasi Edukasi Reksa Dana pada semester kedua ini hadir di lima kota lainnya.