“Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BPR di wilayah tersebut berada pada level 16,61 persen pada Juni 2026, turun 2,12 poin persentase dibandingkan Juni 2025,” katanya.
Ia menambahkan di Jawa Barat, aset BPR Ciayumajakuning menyumbang 18,81 persen, penyaluran kredit 18,69 persen, dan DPK 20,33 persen dari total masing-masing indikator BPR di provinsi tersebut.
“Penyaluran kredit BPR Ciayumajakuning mencapai 18,69 persen dari total penyaluran kredit BPR di Jawa Barat pada Juni 2026,” ucap dia..