NADIKABAR.COM β Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan hingga akhir tahun ini akan tetap berada pada level yang sehat dan moderat.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, tekanan terhadap NIM masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek apabila biaya dana (cost of fund) masih tinggi dan persaingan penghimpunan dana tetap ketat sedangkan suku bunga global mengarah pada peningkatan.
βNamun demikian, prospek NIM akan sangat bergantung pada efektivitas transmisi kebijakan suku bunga, kondisi likuiditas perbankan, serta keberlanjutan pertumbuhan kredit,β kata Dian dalam jawaban tertulis di Jakarta, Rabu.
Dian memperkirakan, ruang stabilisasi NIM akan semakin terbuka apabila pertumbuhan kredit dapat terus meningkat dengan kualitas yang tetap terjaga dan tekanan biaya dana mulai mereda.
Secara umum, OJK memandang bahwa kinerja NIM perbankan saat ini masih sesuai dengan situasi dan dinamika yang berlangsung dalam perekonomian Indonesia.
Kinerja NIM, jelas Dian, dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama biaya dana yang juga dipengaruhi oleh suku bunga global, struktur kepemilikan dana, profil risiko bank maupun nasabah, serta tingkat persaingan antarbank.