NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat kegiatan edukasi literasi keuangan sejak awal Januari hingga Juli 2026 telah menjangkau 531.088 peserta.
“Kami telah melaksanakan 154 kegiatan edukasi hingga Juli 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 531.088 orang yang tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi Tengah,” kata Kepala OJK Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra di Palu, Kamis.
Ia mengatakan pihaknya terus melaksanakan kegiatan edukasi keuangan secara rutin dengan menyasar berbagai kalangan sebagai bentuk komitmen meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Ia menjelaskan kegiatan edukasi tersebut menyasar mulai dari masyarakat umum, pemuda, perempuan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelajar, mahasiswa, guru, dosen, hingga kalangan profesional.
Selain itu, edukasi juga menjangkau petani, nelayan, karyawan, tenaga kerja Indonesia (TKI) atau calon TKI, serta penyandang disabilitas.
Menurut dia, edukasi keuangan terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat dan terhindar dari berbagai risiko.
Ia mengatakan Kota Palu menjadi daerah dengan jumlah kegiatan edukasi terbanyak, yakni 109 kegiatan. Kabupaten Banggai dan Poso masing-masing mencatat 10 kegiatan, kemudian Tolitoli sebanyak delapan kegiatan.
Sementara itu, Kabupaten Buol dan Sigi masing-masing mencatat lima kegiatan, Parigi Moutong tiga kegiatan, serta Donggala, Banggai Kepulauan, Morowali, dan Morowali Utara masing-masing dua kegiatan.
OJK Sulteng, kata dia, juga terus mengoptimalkan program edukasi lanjutan untuk memperluas jangkauan literasi keuangan di Kabupaten Tojo Una-Una dan Banggai Laut.