Pelatih John Herdman pun akui hal tersebut. Ole Romeny jadi nomor 10 bersama dua pemain lain, dalam situasi menyerang penuh khususnya di laga kontra Bangladesh.
"Secara taktis, kami bertransformasi memainkan tiga pemain nomor 10 di beberapa fase, yang menciptakan terobosan antarlini di depan lini pertahanan mereka, dan kami menjaga jarak antarpemain tetap rapat," jelasnya selepas laga.
"Namun butuh waktu bagi lawan untuk benar-benar menyadari bahwa jika kami bermain lebih rapat, kami bisa melakukan counter-press bersama, kami bisa berburu bola lebih cepat. Jika kami tetap rapat, kami bisa melakukan kombinasi orang ketiga," tambahnya.
Romeny dan Ragnar Oratmangoen jadi pemain nomor 10 tersebut. Bahkan, Calvin Verdonk pun diplot ke sana untuk lebih menekan.