NADIKABAR.COM — Tim catur Indonesia menolehkan prestasi bagus di Olimpiade Catur 2026 di Samarkand, Uzbekistan. Ada banyak prestasi yang dicatatkan.
Olimpiade Catur 2026 berlangsung pada 15-27 September 2026. Tim putra Indonesia menempati posisi ke-35 dari 206 negara. Indonesia mengantongi 27,5 poin hasil dari 11 kali bertanding (44 papan).
Tim putri Indonesia juga cukup bagus dengan finis ke-19 dengan total poin 30 angka hasil dari 11 kali pertandingan. Pencapaian pada Olimpiade Catur 2026 ini menunjukkan peningkatan performa yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan edisi Olimpiade Catur 2024 di Budapest, Hungaria.
Pada Olimpiade Catur 2024, tim Putra Indonesia ada di posisi ke-75. Sedangkan tim Putri ada di peringkat ke-68.
Atlet yang juga menjabat Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB Percasi, GM Susanto Megaranto, mengapresiasi penampilan seluruh wakil Merah Putih.
"Tim putri tampil luar biasa dengan meraih peringkat ke-19 dunia dari seeded awal 35 dengan jumlah peserta 189 negara. Setelah babak 9, tim tim putri sempat meraih peringkat 10 besar dunia. Namun sayang di babak di dua babak terakhir tim putri harus kalah melawan Vietnam dan di babak terakhir menahan imbang tim kuat dari Eropa, Spanyol," kata Susanto dalam rilis yang diterima NadiKabar.
Capaian manis kontingen Merah Putih mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum PB Percasi Agustiar Sabran. Meski tidak dapat hadir langsung di Uzbekistan, ia terus memantau dan memberikan suntikan motivasi kepada para atlet dari tanah air.
"Kita patut bersyukur, ini adalah sejarah baru buat catur kita. Ini juga jadi target di pengurusan kami untuk terus melahirkan GM baru," tegas Agustiar Sabran.
Melengkapi torehan manis tersebut, kabar bahagia datang dari pecatur putri Indonesia, WIM Laysa Latifah (2213), yang resmi meraih gelar Women Grandmaster (WGM) dan mengukir sejarah sebagai WGM ke-4 dalam sejarah catur Indonesia. Laysa, yang baru berusia 20 tahun, menyusul jejak seniornya yakni WGM Irene Kharisma Sukandar, WGM Medina Warda Aulia, dan WGM Dewi Ardhiani Anastasia Citra.
Laysa mengunci gelar gelar Grand Master Wanita setelah menundukkan WIM Ngoc Thuy Duong Bach dari Vietnam pada babak ke-10, serta ditunjang penampilannya yang gemilang saat menahan imbang GM Nino Batsiashvili dan mengalahkan GM top Jerman Elisabeth Paehtz.
Dengan Performance Rating (Rp) mencapai 2404 serta tambahan 7 poin, Laysa resmi memenuhi syarat norma WGM melengkapi dua norma sebelumnya yang didapat di Budapest (Agustus 2024) dan Tarakan (Oktober 2024).
"Yang pastinya saya senang sekali karena saya dan tim putri Indonesia sudah sukses meraih peringkat 19 yang mana awalnya itu starting rank kami hanya berada pada urutan 35. Jadi memang sudah sesuai dengan target awal yang sudah didiskusikan sebelumnya yaitu memperbaiki peringkat," kata Laysa.
1. GM Herman Suradiradja (Alm) - Meraih GM Tahun 1978
2. GM Utut Adianto - Meraih GM Tahun 1986
3. GM H. Ardiansyah (Alm) - Meraih GM Tahun 1986
4. GM Edhi Handoko (Alm) - Meraih GM Tahun 1994
5. GM Ruben Gunawan (Alm) - Meraih GM Tahunv1997
6. GM Cerdas Barus - Meraih GM Tahun: 2002
7. GM Susanto Megaranto - Meraih GM Tahun: 2004
8. GM Novendra Priasmoro - Meraih GM Tahun: 2020
9. GM Sean Winshand Cuhendi - Meraih GM Tahun: 2025
1. IM WGM Irene Kharisma Sukandar
Meraih WGM Tahun 2009Meraih IM 2014
Meraih WGM Tahun: 2013Meraih IM Tahun: 2020
3. WGM Dewi Ardhiani Anastasia Citra