Olivia Rodrigo sebelumnya baru saja merilis album "you seem pretty sad for a girl in love" pada 12 Juni 2026 yang mengungkap kisah perjalanan hubungan asmara pertamanya saat beranjak dewasa.

Album itu menggambarkan dimulai dengan fase penuh kegembiraan ketika seseorang mulai menyukai orang baru, seperti digambarkan dalam lagu “Drop Dead”, berlanjut ke fase bulan madu (“Honeybee”), tanda-tanda awal munculnya masalah (“Purple”), percakapan perpisahan yang menyadarkan (“Less”), hingga pengalaman buruk kembali ke dunia kencan (“Expectations”).

Rodrigo mengaku sejak awal tidak mengetahui bahwa album tersebut akan berkembang menjadi seperti itu. Awalnya, ia justru menulis lagu-lagu cinta yang lebih tradisional. Namun, konsep album berubah “ketika mengalami putus cinta,” kata Olivia.

Kemudian, Rodrigo bersama produser lamanya, Nigro saat itu masih memiliki waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk menyelesaikan rekaman itu akhirnya menulis ulang dan mengedit sejumlah lagu agar benar-benar sesuai dengan konsep baru tersebut.