"Kalau misalnya kita ngomong kapok itu, itu adalah sebuah challenge turbulens doang. Dari aku sendiri, asal aku tahu I'm on the right side, aku akan terus berusaha," ujarnya.

Baginya, tolak ukur utama dalam bersuara adalah kepentingan masyarakat banyak, bukan kepentingan golongan tertentu.

"Yang kita perjuangkan adalah kepentingan kolektif, agar semua orang bisa bahagia, agar semua orang bisa hidup sejahtera, dan semua orang bisa hidup layak," pungkasnya.