NADIKABAR.COM — Ombudsman RI memantau langsung seleksi kesehatan terhadap 1.845 calon taruna dan taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas) untuk memastikan proses penerimaan berlangsung transparan dan terbuka.
Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher di Depok, Jawa Barat, Rabu, mengatakan pemantauan di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob tersebut merupakan bagian dari kerja sama pengawasan pelayanan publik dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Pemantauan ini untuk melihat transparansi proses seleksi ini berjalan, mulai dari seleksi administratif, termasuk hasil seleksi kompetensi dasar atau SKD-nya sudah keluar, dan hari ini tes kesehatannya," kata Nuzran.
Dalam peninjauan tersebut, Nuzran didampingi Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Muhammad Tito Andrianto serta Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat.
Selain mengawasi pelaksanaan seleksi, Ombudsman memeriksa kesiapan sarana, prasarana, dan fasilitas rumah sakit yang digunakan untuk pemeriksaan kesehatan calon taruna dan taruni.
Menurut Nuzran, pemeriksaan fasilitas diperlukan untuk memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan yang layak dan proses seleksi dapat berlangsung lancar.
Dari hasil peninjauan, Ombudsman menyampaikan sejumlah catatan kepada panitia seleksi, salah satunya berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan mata, khususnya tes buta warna.