Nuzran meminta agar hasil pemeriksaan tersebut dihimpun sebagai data untuk memetakan kondisi kesehatan mata peserta seleksi sekolah kedinasan.
Ia mengatakan data mengenai jumlah peserta yang mengalami buta warna dan faktor penyebabnya dapat menjadi bahan kajian lebih luas terhadap kondisi kesehatan mata generasi muda.
"Data ini akan kami petakan kesehatan mata anak-anak muda kita, berapa jumlahnya, apa penyebabnya. Ini akan berimplikasi kepada masa depannya," ujarnya.
Menurut dia, pemetaan tersebut tidak hanya dapat dilakukan pada seleksi Poltek Imipas, tetapi juga pada penerimaan sekolah kedinasan lainnya, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan sekolah kedinasan di bidang transportasi.
Ombudsman juga memperhatikan keterwakilan peserta dari berbagai daerah sebagai bagian dari pengawasan terhadap keterbukaan akses dalam penerimaan taruna dan taruni.
Nuzran mengatakan pengawasan tersebut bertujuan memastikan pelayanan publik dalam seluruh tahapan seleksi berlangsung dengan baik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPSDM Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Muhammad Tito Andrianto mengatakan sebanyak 1.845 calon taruna dan taruni dinyatakan berhak mengikuti tahap seleksi kesehatan setelah melewati seleksi kompetensi dasar.