NADIKABAR.COM — Ombudsman Republik Indonesia mengungkap sejumlah indikasi penyebab terjadinya antrean panjang kendaraan dan kekosongan stok bahan bakar minyak di sejumlah daerah.
Hal itu mulai dari kendala logistik dan distribusi hingga ketidaksesuaian kuota dengan kebutuhan riil serta dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Anggota Ombudsman RI Abdul Ghoffar di Jakarta, Rabu, mengatakan temuan tersebut masih bersifat awal dan akan ditindaklanjuti melalui pendalaman serta investigasi untuk mengetahui persoalan yang terjadi dalam tata kelola distribusi BBM.
"Indikasi awal, kenapa saya mengatakan ini adalah indikasi awal? Karena Ombudsman Republik Indonesia setelah mendapatkan informasi dari berbagai macam daerah tentu nantinya akan melakukan semacam pendalaman dan investigasi, dan hasilnya tentu akan kami laporkan di kemudian hari," kata Ghoffar.
Ia menjelaskan salah satu faktor yang ditemukan berkaitan dengan logistik dan distribusi, termasuk keterlambatan pengiriman, proses bongkar muat, kondisi depot, serta jadwal penyaluran pasokan.
Di Bali, Ombudsman menemukan keterlambatan kapal dan proses bongkar muat di Terminal BBM Manggis. Kondisi tersebut dilaporkan memengaruhi ketersediaan BBM di sejumlah wilayah.
Faktor berikutnya ialah ketidaksesuaian antara kebutuhan riil, kuota, dan pasokan yang tersedia.