"Dan alhamdulillah memang selama beberapa hari ini, tadi disampaikan oleh Bapak Kapolda, bahwa telah berhasil turun hujan hampir di seluruh wilayah Provinsi Riau. Mudah-mudahan, kita doakan bersama, awan-awan ini tetap akan dapat berada di atas Provinsi Riau dan dapat kita semai," imbuhnya

Meski intensitas hujan mulai membantu pendinginan lahan, Danlanud mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tidak memicu potensi kebakaran baru.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sekali-kali melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Mari tingkatkan kepedulian dengan saling mengingatkan akan bahaya besar karhutla," pungkasnya.

Titik panas (hotspot) di Provinsi Riau per hari ini menunjukkan penurunan signifikan dari 200 titik menjadi 79 titik. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyebut penurunan itu berkat kerja sama dan gotong royong tim redaksi TNI, Polri, dan jajaran Forkopimda hingga masyarakat.

"Kekuatan kita semua adalah bergotong royong. Tidak ada kegiatan yang tidak bisa kita laksanakan secara parsial untuk menghadapi karhutla yang sudah kita anggap sebagai kejadian extraordinary, kejadian luar biasa," ujar Irjen Herry dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau, di Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat hingga korporasi yang memiliki area konsesi di Riau agar turut serta dalam penanganan karhutla. Kapolda menegaskan, karhutla yang terjadi saat ini harus dipandang sebagai kejadian luar biasa atau extraordinary.