NADIKABAR.COM — Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 kembali digelar Kementerian Agama (Kemenag) sebagai ajang kompetisi siswa madrasah di bidang sains dan riset. Pelaksanaan OMI Kemenag 2026 dilakukan secara bertahap.

Untuk bidang sains, kompetisi dimulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Sementara bidang riset memiliki tahapan tersendiri mulai dari pengajuan proposal hingga final dan expo. Berikut informasi OMI Kemenag 2026 yang perlu diketahui calon peserta.

Pelaksanaan OMI Kemenag 2026 berlangsung secara bertahap mulai dari tingkat satuan pendidikan hingga nasional. Berikut jadwal lengkap OMI 2026 untuk bidang sains dan riset yang perlu diketahui peserta.

Peserta OMI Kemenag 2026 harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan panitia sesuai bidang kompetisi yang diikuti. Ketentuan tersebut mencakup jenjang pendidikan, status peserta, hingga persyaratan khusus untuk bidang riset.

OMI 2026 terdiri dari dua bidang utama, yakni sains dan riset. Untuk bidang sains, kompetisi dibagi berdasarkan jenjang pendidikan MI hingga MA. Berikut bidang lomba OMI Kemenag 2026 untuk kategori sains.

Selain bidang sains, OMI Kemenag 2026 juga membuka kompetisi bidang riset yang diperuntukkan bagi siswa MTs dan MA. Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan gagasan dan karya penelitian sesuai dengan isu yang relevan.

Adapun ruang lingkup riset OMI Kemenag 2026 mencakup isu keislaman dan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, serta perkembangan teknologi. Berikut tiga ruang lingkup riset yang dapat dipilih peserta.

Setiap peserta OMI Kemenag 2026 perlu mengikuti rangkaian proses sesuai dengan bidang yang diikuti. Ketentuan pelaksanaannya mencakup proses seleksi, pelaksanaan kompetisi, hingga penentuan peserta yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Pada bidang sains, kompetisi dimulai dari tingkat satuan pendidikan dan berlanjut ke tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Berikut ketentuan pelaksanaan pada setiap jenjang.

Bidang riset memiliki mekanisme yang berbeda dengan bidang sains karena peserta mengikuti rangkaian penelitian. Tahapannya dimulai dari pengiriman proposal dan dilanjutkan dengan proses penilaian hingga tahap akhir kompetisi.