NADIKABAR.COM — Laga timnas Indonesia melawan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, diawali dengan mengheningkan cipta selama satu menit atau “one minute silence” untuk mengenang korban Tragedi Kanjuruhan.
Kedua kesebelasan tampak berdiri di tengah lapangan, saling merangkul, dan menundukkan kepala saat wasit meniup peluit sebagai tanda dimulainya mengheningkan cipta.
Aksi ini menjadi bentuk penghormatan peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang terjadi 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjurugan, Kabupaten Malang, yang menewaskan 135 orang.
Saat itu, tersaji laga antara tuan rumah Arema FC melawan tim tamu Persebaya Surabaya. Laga itu berkesudahan untuk kemenangan Persebaya dengan skor 3-2.
Sementara itu, pada kesempatan sebelumnya, pelatih timnas Indonesia John Herdman menjadikan laga menghadapi Bangladesh sebagai momentum untuk mengenang sekaligus memberikan penghormatan kepada para korban Tragedi Kanjuruhan.
“Saya pikir secara internal, tentu saja. Tim ini merupakan representasi sepak bola di negara ini. Bahkan saat masih berada di Kanada, Amerika Utara, kami semua mengetahui apa yang terjadi di sini. Kami juga pernah mengheningkan cipta dalam sebuah pertandingan," kata Herdman di Stadion STIK, Jakarta, Rabu.
Pelatih yang membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 itu berharap tim Garuda dapat menunjukkan penghormatan secara tepat, yaitu dengan memberikan sebuah kemenangan sekaligus kepastian laju ke final FIFA ASEAN Cup yang dimainkan Senin (5/10) pekan depan.
"Jadi, kami tidak melupakan mereka dan kami menghormati para korban. Saya pikir hal itu penting bagi para pemain untuk merepresentasikannya dengan cara yang tepat besok, sekaligus mengambil langkah besar untuk negara kami besok, demi orang-orang yang kehilangan nyawa mereka," kata Herdman.
Adapun saat ini, Indonesia memimpin 6-1 atas Bangladesh di babak pertama, lewat Mitchell Baker sebagai bintangnya dengan torehan empat gol.