NADIKABAR.COM — OpenAI dikabarkan mungkin bakal mengubah sebutan fasilitas pusat datanya dengan nama yang terkesan lebih canggih menjadi "kampus komputasi kecerdasan artifisial (AI)".

Berdasarkan laporan TechCrunch, Minggu (1/11) waktu setempat, hal itu pertama kali diungkapkan oleh Axios yang mengatakan perusahaan kecerdasan artifisial tersebut sedang menyiapkan kampanye pencitraan besar-besaran.

Kampanye itu terkait dengan situasi politik di AS setelah pemilihan umum paruh waktu selesai dan tampaknya Partai Demokrat bakal kembali mendominasi.

Chief Global Affairs Officer Open AI Chris Lehane mengatakan bahwa pemilu tersebut bakal menjadi "semacam cuplikan film untuk apa yang akan dilihat pada 2028," mengacu pada masa pemilihan presiden berikutnya di AS.