Nur Patria mengatakan, tim gabungan masih menemukan bara api di sejumlah lokasi di TWA Ijen yang sebelumnya telah ditinggalkan kobaran api. Bara tersebut berpotensi kembali memicu kebakaran apabila tertiup angin dan bertemu dengan bahan bakar berupa vegetasi kering di sekitarnya.
Karena itu, proses pemadaman tidak hanya dilakukan dengan mengejar kobaran api yang terlihat. Petugas juga melakukan pendinginan dan mencari titik-titik bara yang masih tersembunyi untuk mencegah munculnya kembali api.
Sembari menunggu pelaksanaan OMC, BBKSDA menyiapkan personel untuk melakukan mitigasi di sejumlah titik. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api.
"Di atas di belakang yang atas dekatnya jembatan itu udah kita buat sekat bakar. Nah, ini teman-teman anggota saya sudah ada di sana untuk menjaga api sampai di ujung sekat bakar, maka tidak lagi merembet. Ada sekat bakar sekitar 4 meter. Itu biar api berhenti di situ," beber Nur Patria lebih lanjut.
Petugas ditempatkan di sekitar sekat bakar untuk mengawasi pergerakan api. Upaya tersebut dilakukan agar kobaran tidak melewati batas yang telah dibuat dan semakin mendekati kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat.