NADIKABAR.COM — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai menunjukkan hasil dalam melawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Jumlah hotspot atau titik api secara nasional menurun.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan kombinasi tim redaksi operasi modifikasi cuaca (OMC), operasi darat, operasi udara, dan penegakan hukum menjadi strategi utama dalam menghadapi karhutla.

Dengan mengukur efektivitas hasil, dari tiga model pemadaman, OMC menempati peringkat pertama karena hujan terbukti mampu memadamkan area kebakaran yang luas.

Operasi darat menempati peringkat kedua, terutama untuk lahan gambut yang api bawah tanahnya sulit dipadamkan. Water bombing berada di urutan ketiga karena kapasitas angkut air terbatas, sekitar 4 ton per sorti.

"Namun ketiganya tidak bisa dipisahkan. Water bombing memadamkan kepala api, lalu pasukan darat masuk membasahi lahan. Tanpa water bombing, pasukan darat juga berisiko," ujar Kepala BNPB Suharyanto, dikutip tim redaksi, Minggu (13/9/2026).