Putu menjelaskan, tingginya gelombang di tengah Laut Jawa tersebut menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi pelayaran komersial tetapi juga bagi armada penyelamat. Kapal SAR milik Basarnas berukuran 40 meter dinilai sangat berisiko jika dipaksakan menerjang gelombang setinggi itu.

"Jadi sangat-sangat berisiko dan sangat riskan untuk kapal-kapal seperti kapal kami yang di Basarnas yang ukurannya 40 meter. Nah, kemudian kapal-kapal lain yang ukurannya lebih besar akan lebih kami prioritaskan untuk upaya pencarian di lapangan," tegas Putu.

Meskipun harus bertaruh dengan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, operasi kemanusiaan tetap digencarkan secara maksimal. Hingga Minggu (13/9/2026) pukul 12.00 WITA, kerja keras tim gabungan bersama kapal-kapal yang melintas berhasil mengevakuasi sebanyak 103 penumpang.