Basarnas bersama Tim SAR Gabungan telah melakukan operasi sejak hari pertama gempa pada 15 Agustus 2026. Operasi melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, serta berbagai potensi SAR.

Tim gabungan melakukan pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban di sejumlah wilayah terdampak. Basarnas juga mengerahkan helikopter Dauphin untuk mendukung evakuasi medis dan mobilisasi dalam penanganan korban. Fathur menegaskan penutupan operasi tidak menghilangkan kemungkinan pembukaan kembali operasi apabila diperlukan.