NADIKABAR.COM — Partai Hukum dan Keadilan (PiS), pihak oposisi Polandia, menyerukan kepada para pendukungnya untuk berkumpul di luar gedung Mahkamah Konstitusi di Warsawa sambil menuduh pihak berwenang berusaha mengubah struktur kepemimpinan lembaga konstitusi tersebut.

Dalam seruan bertajuk "Membela Mahkamah Konstitusi", organisasi Distrik No.13 partai tersebut menyatakan bahwa perkembangan terbaru seputar mahkamah tersebut perlu respons tegas dari masyarakat.

Aksi tersebut menyebut adanya upaya mencopot pimpinan mahkamah, dengan disertai kehadiran polisi di lingkungan gedung MK. Hal itu menimbulkan kekhawatiran mengenai fungsi lembaga negara dan penghormatan terhadap prosedur hukum di Polandia.

"Menurut penilaian kami, tindakan-tindakan ini memiliki indikasi sebagai upaya kudeta dan memerlukan pemeriksaan segera oleh otoritas negara terkait," demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan itu juga mengutip Ketua Pertama Mahkamah Agung Polandia Zbigniew Kapinski, yang disebut telah mengecam keras tindakan di MK tersebut.

Kapinski memperingatkan bahwa pembiaran terhadap pengambilalihan suatu lembaga secara sepihak dapat membuka jalan bagi tindakan serupa terhadap lembaga lainnya.

PiS mengajak para pendukungnya yang dapat melakukan perjalanan ke Warsawa untuk berkumpul di depan kantor pusat MK. Partai itu juga meminta para pendukung membantu mengatur transportasi dan menyebarluaskan seruan tersebut.

"Hari ini, mari kita tunjukkan kekuatan melalui kehadiran kolektif kita secara damai," bunyi seruan itu.

Seruan tersebut muncul di tengah perselisihan mengenai kendali atas MK Polandia. Pemerintah Polandia dan pihak oposisi saling menuding adanya rencana untuk melemahkan supremasi hukum di negara itu.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan