NADIKABAR.COM — Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor singgung bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kalimantan sebabkan dampak sistemik bagi orang utan. Jika tak segera ditangani, kepunahan orang utan khas Indonesia bisa jadi mimpi buruk yang jadi kenyataan.
Ronny menyebut populasi orang utan kali ini berada dalam kondisi kritis. Populasinya terus menurun karena kerusakan habitat dan ekosistem, termasuk karena karhutla.
"Saat ini orang utan dikategorikan dalam kelompok satwa liar Critically Endangered karena populasinya terus menurun akibat kerusakan habitat dan ekosistem sebagai dampak deforestasi, kebakaran hutan, serta perburuan liar," tuturnya dikutip dari laman IPB University, Senin (7/9/2026).
Ronny membeberkan populasi orang utan di Tapanuli kini tersisa 716-800 ekor, sedangkan di Kalimantan, tersisa 104.700 ekor. Karhutla memperburuk tekanan populasi yang semakin kritis ini.
Terbakarnya hutan membuat orang utan kehilangan tempat tinggal dan sumber pakan mereka. Akibatnya, mereka pergi mendekati permukiman warga.