NADIKABAR.COM — Perubahan nama ratusan sekolah dasar (SD) di Kota Mataram mulai dirasakan orang tua murid. Mereka mengeluhkan potensi tambahan pengeluaran untuk mengganti bet hingga seragam yang masih mencantumkan nama sekolah lama.
Annisa, salah satu orang tua murid asal Mataram, mengaku perubahan nama sekolah membuat kebutuhan atribut anak bertambah. Menurutnya, nama sekolah tidak hanya tercantum pada bet, tetapi juga sejumlah seragam lainnya.
"Kalau nama sekolah, ya otomatis bet seragamnya ganti dong. Belum lagi nanti di seragam khusus atau seragam olahraganya, kan disitu tertera nama sekolah lama. Aduh, ada aja pengeluaran kita," keluhnya, Selasa (8/9/2026).
Senada, Fitri Ayu berharap Dinas Pendidikan Kota Mataram memberikan kelonggaran agar siswa tetap bisa menggunakan bet dan seragam lama. Dia menilai penggantian atribut akan terasa memberatkan, terutama bagi siswa yang masa sekolahnya tinggal setahun.
"Kita sih berharapnya dibebaskan, soalnya eman banget anak sekolah tinggal setahun lagi," ucapnya.