NADIKABAR.COM — Sebanyak 23 orang warga Jawa Barat, 22 di antaranya asal Garut, menjadi korban kecelakaan Kapal Virgo 8 Transport 8 di Laut Jawa. Salah satunya Fathir, lelaki berumur 20 tahun yang.
Bersama 22 orang lain, yang masih merupakan saudara dan kerabatnya, Fathir bekerja di KM Virgo 8 Transport. Ayah Fathir, Ujang Lukman (50) mengungkapkan, Fathir sudah bekerja di sana sekitar 3 bulanan.
"Baru maju 3 bulan. Barengan semuanya dari sini," ungkap Ujang kepada wartawan di rumahnya, Situsaeur, Karangpawitan, Garut, Senin, (14/9/2026).
Kepada awak media, Ujang bercerita mengenai detik mengerikan insiden KM Virgo, yang hampir merenggut nyawa anaknya itu. Cerita itu didapat Ujang dari Fathir, yang langsung mengabarinya di hari Minggu pagi kemarin, sesaat setelah berhasil selamat.
"Jadi kata anak saya, saat kejadian itu, kapal miring, dia langsung ke lantai atas untuk membangunkan orang lain. Tapi kemudian terjatuh ke laut," ungkap Ujang.
Fathir saat itu ngeblank, kata Ujang. Yang dia lakukan, hanyalah berusaha berenang sejauh mungkin, menuju daratan. Menurut Ujang, Fathir berenang dari jam 1 malam hingga sekitar jam 6 pagi.
"Sekitar jam 6 pagi, ada kapal yang melihat dia. Dia kemudian ditolong sama Kapal Pertamina katanya," ungkap Ujang.
Setelah berhasil dievakuasi, Fathir kemudian meminjam telepon genggam salah satu kru kapal penyelamat. Kemudian, dia mengabari Ujang dan koleganya, melalui pesan langsung aplikasi TikTok.
"Ke temannya kirim pesan lewat TikTok. Ke saya nelepon langsung, minjem HP sama yang di sana," katanya.
Ujang menjelaskan, saat ini Fathir dan sejumlah korban selamat lain sedang ditangani di Posko yang berada di Banjarmasin. Fathir selanjutnya akan dibawa ke Surabaya, untuk selanjutnya dipulangkan ke Garut.
Fathir menjadi 1 dari 11 korban KM Virgo asal Garut yang dinyatakan selamat. Hingga Senin (14/9) pukul 17.21 WIB ini, korban asal Garut lain yang dinyatakan selamat adalah; Akmal (28), Agus Munir (51), Arman Firmansyah (31), Erik (38), dan Gungun Gunadi (54).
Serta Iwan Sopian (41), Fauzan Mujrihadin (19), Rehan M. Fauzan (19), Willi Gustiana 924) dan Sehabudin (32). Selain kesebelas orang tersebut, dua orang lainnya, yakni Enjang (54) dan Risyan Kurnia Putra (29) juga sudah ditemukan, tapi dalam keadaan meninggal dunia.
Nasib berbeda, dialami oleh 10 orang lainnya. Di mana, mereka hingga kini belum ditemukan. 10 orang korban KM Virgo asal Jawa Barat yang belum ditemukan, yakni Gilang (27), Iyus (50), Rio (24), Fahri Hakim (22), Nurdin (56), Rizky Nazril (18), Saepul (31), Salbi (19), Usep (52) dan Yusep (47) asal Cianjur.
Teten Arif Rahman (45), orang tua Salbi, menuturkan jika dirinya sempat berkomunikasi dengan Salbi beberapa jam sebelum kejadian nahas itu terjadi di Laut Jawa.
"Terakhir kontekan itu malam minggu. Biasa, ngabarin saya, pamit mau berangkat menuju Banjarmasin," kata Teten.
Teten menuturkan, dirinya tertegun saat melihat kabar di televisi, yang menyatakan KM Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Minggu dini hari. "(Salbi) itu anak sulung saya. Kerja sebagai kru di kapal tersebut. Baru satu setengah bulan," katanya.
Teten berharap agar anaknya itu berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Teten berharap yang terbaik, untuk keselamatan putranya, dan juga 9 korban lain asal Garut, yang belum ditemukan.
"Harapannya semoga yang terbaik saja kalau saya," pungkas Teten.