NADIKABAR.COM — laki berinisial K di salah satu boarding school ternama di Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekannya. Orang tua (ortu) K, bernama Heni menceritakan kronologi kasus tersebut.
Heni mengatakan peristiwa bermula pada Kamis (17/9/2026) saat temannya berinisial P meminjam buku. Namun, K tidak meminjamkan buku itu sehingga berujung penganiayaan.
"Anak saya tidak mau meminjamkan buku jadi ditarik lah baju anak saya, kebetulan saat itu tepat ujian PTS. Akhirnya anak saya melepas tangan anak tersebut di baju anak saya," ujar Heni saat dihubungi wartawan, Minggu (27/9).
K kemudian kembali ke kamarnya dan disusul P. Saat itu, K mencoba membalas perlakuan P, namun mata K ditonjok hingga mengeluarkan bercak darah.
"Anak saya membalas pukulan seadanya lalu anak tersebut tonjok mata anak saya sampai keluar bercak darah pada mata. Selanjutnya kepala anak saya sampai benjol," ungkapnya.
Heni menjelaskan berdasarkan keterangan teman K, ia kerap dianiaya P. K kemudian pulang dengan kondisi mata merah.
"Sebelumnya anak tersebut sering kali melakukan pukulan pada ank saya seperti cubit di tangan anak saya. Itu info yang saya dapat dari teman satu kelasnya. Setelah terjadinya keributan, anak saya langsung pergi sekolah dengan mata merah," tuturnya.
"Seharusnya pihak sekolah atau asrama mengetahui hal ini dan langsung membawa anak saya ke dokter. Tapi yang ada anak saya dibawa siang menjelang sore ke RS dan bukan di rontgen," tambahnya.
Heni mengatakan ortu P sempat meminta maaf terkait permasalahan itu. Kemudian dilakukan mediasi pada 21 September namun tidak membuahkan hasil.
"Kita mengadakan mediasi dengan pihak sekolah dan keluarga pelaku. Tapi tidak ada titik temu dan pihak sekolah tetap mengupayakan anak tersebut bersekolah dan seperti biasa ibu pelaku tetap membenarkan anknya bahwa tidak salah," ungkapnya.
Heni menjelaskan, karena itu ia melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
"Sore itu juga saya langsung melaporkan masalah ini ke Polres Bekasi Kota dan melakukan visum dada dan mata anak saya," tutupnya.
Sebelumnya, Kasat PPA Polres Bekasi Kota Kompol Rosdiana mengatakan korban telah membuat laporan polisi (LP). Korban juga telah menjalani visum.
"Sudah buat laporan polisi (LP), sudah visum," ujar Kompol Rosdiana saat dihubungi NadiKabar, Minggu (27/9).
Pihak kepolisian telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini kasus masih dalam penyelidikan.
"Sudah cek TKP. Untuk penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan," ucapnya.