"Mengenai pertandingan, saya rasa kami datang dengan rencana yang matang. Di babak pertama, kami mampu mengontrol jalannya permainan hampir sampai akhir babak, dan seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol," ungkap dia.

Kelengahan memanfaatkan peluang itu nyaris berbuah petaka ketika Laskar Mataram bangkit menekan dan menyamakan kedudukan melalui Ezequiel Vidal di paruh babak kedua.

"Namun di babak kedua, lawan mulai keluar menekan untuk membalas. Ketika Anda membuang kesempatan untuk mengunci laga dengan gol tambahan, Anda berisiko mendapat hukuman, dan itu terjadi di laga ini. Pertandingan kemudian menjadi lebih sulit dan cukup menegangkan," papar Loss.