NADIKABAR.COM — Pemerintah Panama mengerahkan personel dan sumber daya darurat untuk menangani dampak gempa bumi dahsyat yang diikuti serangkaian gempa susulan kuat pada Jumat (9/10), yang mengganggu layanan air bersih dan sempat menghentikan operasional penerbangan.

Institut Geosains Universitas Panama mencatat gempa awal tersebut bermagnitudo 7,2. Gempa itu terjadi pada pukul 12.56 waktu setempat di kedalaman 4 kilometer. Hingga pukul 17.30 waktu setempat, lebih dari 40 gempa bumi telah tercatat, termasuk belasan gempa bermagnitudo di atas 5,0. Salah satu gempa susulan yang terjadi pada pukul 15.25 bermagnitudo 6,9. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) awalnya melaporkan gempa pertama itu bermagnitudo 8, sebelum merevisinya menjadi 7,6, dan kemudian menjadi 7,7. Di Panama City, koresponden Xinhua menyaksikan warga berbondong-bondong keluar dari gedung dan berkumpul di sepanjang jalan serta di ruang terbuka. Sebagian warga tampak kesulitan menahan emosi saat menceritakan kembali kuatnya guncangan tersebut, sementara yang lain menangis. "Sangat, sangat kuat. Bahkan gedungnya sampai bergoyang," ungkap Tina Smith, yang berkumpul di luar bersama rekan-rekan kerjanya. Dia mengatakan mereka semua berada dalam keadaan selamat.

Leonor Samudio, seorang warga setempat, mengatakan bahwa latihan evakuasi yang pernah dilakukan sebelumnya membantu para pegawai Caja de Ahorros, sebuah bank tabungan di Panama, dalam menghadapi keadaan darurat tersebut

"Kami menunggu hingga guncangan kuatnya mereda sebelum mulai mengevakuasi gedung melalui tangga darurat," ujarnya. "Kami sedang menunggu instruksi. Syukurlah, kami semua baik-baik saja." Chelsy, seorang wanita asal Provinsi Chiriqui, menggambarkan suasana menegangkan ketika orang-orang bergegas menyelamatkan diri. "Itu adalah momen yang sangat menegangkan, orang-orang berlarian," tuturnya. "Untungnya, kami memiliki prosedur evakuasi, sehingga kami semua dapat keluar dengan selamat." Amy, seorang warga asing yang telah menetap di Panama City selama lima tahun, mengaku dirinya belum pernah merasakan gempa sekuat itu selama tinggal di sana. "Ini pertama kalinya saya harus mengevakuasi diri dari gedung akibat gempa," sebutnya. "Kami pernah mengalami gempa pada Agustus, tetapi guncangannya tidak sekuat ini." Kepanikan berangsur mereda, tetapi gempa susulan yang terus terjadi membuat banyak warga tetap berada di luar ruangan. Sejumlah tempat umum ditutup, kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan, dan penghuni gedung bertingkat mengaku takut untuk kembali ke rumah. Presiden Panama Jose Raul Mulino menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan sejumlah badan untuk segera melaporkan dampak gempa bumi serta mengerahkan personel, sumber daya, dan bantuan ke komunitas-komunitas yang terdampak. Dia menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah telah dimobilisasi dan bahwa dirinya akan ikut serta dalam upaya penanganan dan koordinasi di area-area yang paling parah terdampak. Per pukul 17.30, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun orang hilang, meskipun sejumlah orang dilaporkan terluka. Kedutaan Besar Tiongkok di Panama menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan lembaga-lembaga Tiongkok dan komunitas Tionghoa setempat untuk memastikan keselamatan mereka. Sejauh ini, tidak ada korban yang dilaporkan di kalangan warga Tiongkok tersebut. Rangkaian gempa tersebut mengganggu beberapa layanan publik. Otoritas air dan saluran pembuangan nasional Panama mengatakan bahwa pemadaman listrik akibat gempa telah menghentikan atau mengurangi produksi di beberapa instalasi pengolahan air di seluruh negeri. Bandar Udara Internasional Tocumen kembali beroperasi setelah sempat menangguhkan layanan sementara dan mengevakuasi orang-orang sebagai langkah pencegahan. Otoritas bandara menyatakan bahwa hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya kerusakan yang dapat menghalangi dimulainya kembali operasional penerbangan. Area-area komersial bandara juga telah dibuka kembali, dan petugas imigrasi serta bea cukai telah kembali ke pos masing-masing. Pihak bandara menyatakan akan meminta badan perlindungan sipil nasional untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kementerian Pendidikan negara tersebut membatalkan kegiatan belajar mengajar siang hari di seluruh negeri dan menangguhkan aktivitas kerja di kantor-kantor administratifnya. Otoritas Terusan Panama menyebutkan bahwa operasional terusan tetap berjalan normal. Pihak otoritas telah mengaktifkan prosedur darurat dan mulai memeriksa berbagai fasilitas. Menurut daftar gempa bumi bermagnitudo 7 atau lebih milik USGS pada 2026, gempa bumi tersebut merupakan gempa bumi bermagnitudo 7 atau lebih kelima yang melanda Amerika Latin sejak awal tahun ini, menyusul dua gempa di Venezuela pada 24 Juni, satu gempa di Meksiko pada 17 Juli, dan satu gempa di Kolombia pada 10 Agustus. Panama terletak di sepanjang "Cincin Api" Pasifik, sebuah sabuk gunung berapi dan aktivitas seismik sepanjang kurang lebih 40.000 kilometer yang mengelilingi Samudra Pasifik. Badan perlindungan sipil Panama mengatakan pihaknya sedang menilai kondisi di wilayah-wilayah sekitar pusat gempa guna mengetahui potensi adanya kerusakan.