NADIKABAR.COM β€” Perusahaan teknologi finansial OttoDigital mendukung perluasan adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku usaha melalui layanan OttoPay dengan pendaftaran yang cepat serta pendampingan operasional.

Chief Revenue Officer OttoDigital Grace Sunarjo mengatakan peningkatan penggunaan pembayaran digital membuat pelaku usaha tidak hanya membutuhkan layanan dengan biaya kompetitif, tetapi juga proses pendaftaran yang praktis dan dukungan ketika muncul kendala operasional.

β€œKomitmen memberikan layanan terbaik ini kami hadirkan sejak tahap awal melalui proses pendaftaran yang praktis hingga pendampingan aftersales,” kata Grace dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut perusahaan, proses seperti aktivasi QRIS dapat diselesaikan dalam tiga hari kerja setelah dokumen pelaku usaha selesai diverifikasi.

Setelah sistem pembayaran beroperasi, perusahaan juga menyediakan Dedicated Relationship Manager (RM) atau pengelola hubungan khusus untuk mendampingi mitra dalam menangani kebutuhan teknis maupun operasional.

Pendampingan tersebut juga ditujukan untuk membantu mitra mengoptimalkan pemanfaatan layanan pembayaran sesuai dengan kebutuhan usahanya.

β€œBerdasarkan pengalaman memahami dinamika pasar dan mendampingi berbagai skala bisnis, kamimelihat bahwa pelaku usaha membutuhkan mitra payment gateway yang juga mudah diakses dan diajakberkoordinasi, khususnya dalam penanganan kendala operasional,” ujar Grace.

Pengembangan layanan tersebut berlangsung seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan QRIS di Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah pengguna QRIS mencapai 65,77 juta hingga Juni 2026, sedangkan jumlah pedagang atau merchant yang menerima QRIS mencapai 44,86 juta.

Sebanyak 96,68 persen dari total merchant tersebut merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sepanjang semester I 2026, volume transaksi QRIS tercatat sebanyak 12,55 miliar transaksi dengan nilai Rp1,12 kuadriliun atau tumbuh 93,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada periode Januari-Juni 2026, jumlah pengguna baru QRIS juga bertambah 6,23 juta.

BI menyatakan perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Digitalisasi dinilai dapat membantu UMKM meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat akses pembiayaan.

QRIS merupakan standar kode respons cepat atau QR Code pembayaran yang ditetapkan BI untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia.

BI mengarahkan QRIS sebagai pintu masuk UMKM ke ekosistem digital guna memperluas inklusi ekonomi dan keuangan.

Lebih lanjut, perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan layanan untuk mendukung efisiensi operasional pelaku usaha sekaligus memperluas pemanfaatan transaksi digital.