NADIKABAR.COM — Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi tantangan baru bagi industri asuransi, termasuk agen asuransi yang mendorong perlunya peningkatan kompetensi sekaligus beradaptasi mengikuti perilaku konsumen.

Pengurus PAAI dan Senior Agency Managing Partner AIA Indonesia St Akromah mengatakan perubahan digital yang berlangsung cepat turut mengubah cara perusahaan memasarkan produk hingga melayani nasabah sehingga diperlukan kemampuan membaca peluang pasar sekaligus membangun pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan calon nasabah.

"Tantangan industri saat ini luar biasa, mulai dari perubahan digital yang begitu cepat hingga perilaku konsumen yang berubah drastis. Oleh karena itu, kami sebagai agen asuransi harus meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kemampuan membaca peluang," ujar dia dalam acara konferensi pers Ulang Tahun PAAI ke-10 di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, digitalisasi tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi untuk pemasaran. Agen juga perlu memahami sistem dan aplikasi digital yang digunakan dalam proses bisnis asuransi agar dapat menjelaskan informasi tersebut kepada nasabah.