"Kita lihat dari geotermal, dari atas, memang masih ada api di dalam. Maka dari itu penambahan armada untuk water bombing. Kita juga bersurat ke BMKG untuk modifikasi cuaca," kata Respati.

Dia mengatakan ada evaluasi yang dilakukan dari proses pemadaman dengan teknik water bombing kemarin. Sebab, meski sudah dilakukan water bombing, masih banyak ditemukan titik api.

"Kuantitasnya (evaluasi water bombing kemarin). Kita akan dapat bantuan sehingga menambahkan jumlah water bombing," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kapolresta Solo Kombes Catur Cahyono Wibowo menyiagakan dua helikopter untuk water bombing TPA Putri Cempo Solo. Air diambil dari Bengawan Solo.

"Untuk helikopter kita siagakan dua. Hari ini kita laksanakan satu, titiknya di blok D. Kita akan lihat perkembangannya, kalau dibutuhkan dua, kita laksanakan dua hari ini," kata Catur.

"Titik pengambilan air masih di Bengawan Solo, tidak ada titik lain. Debit air juga lagi turun," ucapnya.